News

Kondisi Maluku Utara Mulai Pulih Setelah Status Tsunami Dicabut

Puji syukur, berdasarkan informasi resmi, peringatan tsunami telah berakhir. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk kembali beraktivitas secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan

Ternate (KABARIN) - Situasi di wilayah Maluku Utara perlahan kembali tenang setelah peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa besar akhirnya dihentikan oleh otoritas terkait. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat mulai berjalan lagi meski masih dilakukan secara bertahap.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan rasa lega atas berakhirnya status tersebut. Ia juga mengajak warga untuk kembali menjalani kegiatan sehari hari dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

“Puji syukur, berdasarkan informasi resmi, peringatan tsunami telah berakhir. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk kembali beraktivitas secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Sherly.

Keputusan penghentian peringatan ini dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika setelah melakukan pemantauan intensif dan analisis data terbaru terkait gempa yang terjadi.

Gempa berkekuatan besar tersebut berpusat di laut dekat wilayah Sulawesi Utara dan getarannya terasa hingga beberapa daerah di Maluku Utara seperti Ternate, Tidore Kepulauan, hingga Halmahera Barat. Kondisi itu sempat membuat warga panik, terutama yang tinggal di kawasan pesisir.

Saat kejadian, banyak warga langsung bergerak ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari potensi bahaya. Pemerintah daerah bersama aparat juga sigap dengan mengaktifkan langkah darurat, termasuk penyebaran informasi dan pengamanan jalur evakuasi.

Setelah dilakukan evaluasi menyeluruh, BMKG memastikan ancaman tsunami sudah mereda dan tidak lagi membahayakan. Warga yang sebelumnya mengungsi kini diperbolehkan kembali ke rumah masing masing.

Meski begitu, masyarakat tetap diminta untuk tidak lengah karena kemungkinan gempa susulan masih ada. Kewaspadaan tetap penting terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Sherly juga memberikan apresiasi kepada warga yang dinilai cepat tanggap dan disiplin selama situasi darurat berlangsung. Menurutnya, sikap tersebut berperan besar dalam menekan risiko yang lebih buruk.

“Ketenangan dan kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti arahan adalah kunci. Tetap waspada, terus pantau informasi resmi, dan saling menjaga satu sama lain,” tambahnya.

Saat ini pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan dampak gempa serta memastikan kondisi warga terdampak. Beberapa laporan awal menyebutkan ada kerusakan bangunan di sejumlah titik, namun belum ada informasi resmi terkait korban jiwa.

Di sisi lain, berbagai upaya juga dilakukan untuk menjaga layanan dasar tetap berjalan normal, mulai dari listrik, komunikasi, hingga distribusi logistik agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: